Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Empat Komunitas Gresik Bersinergi dalam Karya, Literasi, dan Pendidikan

 

Gresik, Kolaborasi lintas komunitas untuk memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kompetensi pendidik kembali dilakukan di Kabupaten Gresik. Forum Lingkar Pena (FLP) Kabupaten Gresik Divisi Karya, Lingkaran Edukasi Nusantara dan Literasi Raya (Lentera) Jawa Timur, Bidang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Gresik, serta Ikatan Guru Inspirator Literasi Nasional (IGILN) Koordinator Kabupaten Gresik menggelar pertemuan lintas komunitas pada Ahad, 30 Agustus 2026.


Kegiatan bertema “Sinergi Berkarya, Literasi Menginspirasi, Pendidikan Menguatkan” tersebut berlangsung di Hotel Khas Gresik, Ruang Diamond 1, Lantai 2, mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB. Pertemuan menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan komunitas, memaparkan program kerja, bertukar gagasan, sekaligus membangun rencana kolaborasi dalam bidang literasi dan pendidikan.

Sejak pukul 08.00 WIB, peserta mengikuti agenda perkenalan antaranggota lintas komunitas. Suasana pertemuan berlangsung terbuka dan kekeluargaan. Para peserta memiliki kesempatan mengenal latar belakang, kegiatan, serta potensi kolaborasi dari masing-masing organisasi.


Memasuki pukul 09.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan yang diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, dan doa. Selanjutnya, Forum Lingkar Pena Kabupaten Gresik memaparkan program kerja Divisi Karya. Agenda tersebut dilanjutkan dengan penyampaian program dari Lentera Jawa Timur dan pembahasan rencana kegiatan Lentera Gresik.

Pada sesi berikutnya, Bidang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan IGI Kabupaten Gresik menyampaikan program yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengembangan, dan literasi.

Ketua IGI Kabupaten Gresik, Abdullah Halim, S.T., M.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan kolaborasi tersebut. Menurutnya, literasi merupakan salah satu fondasi penting yang harus dimiliki pendidik karena kemampuan guru dalam memahami, mengolah, dan mengembangkan informasi akan berpengaruh terhadap proses transfer pengetahuan kepada peserta didik.


“Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan seorang pendidik sehingga akan terjadi transfer ilmu yang mengalir dengan baik dari seorang guru ke siswanya jika pondasi literasinya sangat baik. Guru yang literat selalu memperbarui materi, metode, dan wawasan sesuai perkembangan zaman serta kebutuhan siswa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penguasaan literasi juga memungkinkan guru mendampingi siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memilah informasi secara bijak. Karena itu, kerja sama lintas komunitas dinilai dapat memperluas ruang belajar bagi para pendidik.


Menurut Abdullah, semangat tersebut selaras dengan motto IGI, “Sharing and Growing Together” atau Berbagi dan Tumbuh Bersama. Prinsip tersebut mendorong guru untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, serta keahlian sehingga peningkatan kompetensi tidak dilakukan secara individual, melainkan melalui proses belajar bersama.

Sekretaris IGI Kabupaten Gresik, Didin Rosyadi, S.Kom., M.Pd., yang turut mengikuti kegiatan, menilai kolaborasi antarlembaga penting untuk memperluas dampak program pengembangan kompetensi guru. Ia berharap kegiatan pelatihan, lokakarya, dan berbagi pengalaman mengajar dapat terus dilakukan dengan melibatkan berbagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan literasi.

Sementara itu, Koordinator Lintas Komunitas, Siti Huroirohmatin, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap empat organisasi dapat terus berkolaborasi dalam berbagai program.

“Saya sangat senang acara pertemuan lintas komunitas ini berjalan dengan baik. Dari organisasi yang konsen terhadap pengembangan kompetensi guru ini dapat berkolaborasi di setiap kegiatan nantinya dan diharapkan dari masing-masing guru dapat menulis menjadi buku nantinya,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan pengurus IGILN Koordinator Kabupaten Gresik dan pembentukan panitia Wisata Literasi Nasional (WLN). Struktur panitia WLN dirancang berasal dari empat organisasi yang hadir. Pembentukan tersebut menjadi langkah konkret untuk mengembangkan kegiatan literasi secara bersama-sama.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Setiap organisasi menyampaikan gagasan dan program kerja secara terbuka, peserta diberikan ruang untuk memberikan masukan sehingga peserta dapat mengetahui peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Sebelum kegiatan berakhir, seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai dokumentasi dan penanda komitmen kolaborasi.

Kegiatan ditutup dengan agenda ishoma dan sayonara pada pukul 12.15–12.30 WIB. Pertemuan lintas komunitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum silaturahmi, tetapi berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang menghasilkan kegiatan nyata. Dengan semangat berbagi, berkarya, dan belajar bersama, para peserta diharapkan mampu memperkuat kompetensi pendidik sekaligus menumbuhkan budaya literasi yang lebih luas di Kabupaten Gresik. (Abdullah Halim)

Post a Comment

0 Comments