
Screenshot Kegiatan Musda Secara Daring (Didin Rosyadi/IGI Gresik)
Gresik - Setelah berakhirnya masa bakti Pengurus
Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Gresik Periode 2021-2026 pada 6
Juli 2026, organisasi profesi guru tersebut menyelenggarakan Musyawarah Daerah
(Musda) Tahun 2026 dengan sistem hybrid, yaitu secara daring dan luring.
Pelaksanaan Musda secara daring dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) pukul 19.30 - 21.30
WIB, sedangkan sidang pleno dan agenda utama secara luring berlangsung pada Minggu
(12/7/2026) pukul 09.00 - 13.00 WIB di Hotel KHAS Gresik.
Sambutan dari Ketua IGI Wilayah Jawa Timur (Erwan/IGI Gresik)
Musyawarah Daerah merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat
kabupaten yang diselenggarakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja
kepengurusan sebelumnya, menyusun arah kebijakan organisasi, merumuskan
rekomendasi, serta memilih Ketua Daerah IGI Kabupaten Gresik untuk periode
kepengurusan berikutnya.
Pembukaan acara Musda IGI Gresik (Erwan/IGI Gresik)
Pada sesi Musda daring, peserta membahas sejumlah dokumen strategis yang
menjadi landasan pelaksanaan Musda. Agenda tersebut meliputi pembahasan Tata
Cara Pemilihan Ketua Daerah, Tata Tertib Pemilihan Presidium Sidang Musda 2026,
Bahan Komisi A mengenai Program Kerja dan Organisasi, serta Bahan Komisi B
mengenai Rekomendasi Musda 2026. Seluruh pembahasan berlangsung secara tertib
melalui diskusi yang konstruktif sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan
menyampaikan saran dan masukan terhadap rancangan dokumen yang disiapkan
panitia.
Selain membahas materi persidangan, forum daring juga menyepakati
berbagai aspek teknis pelaksanaan Musda secara luring, termasuk kesiapan
panitia, pembagian tugas, serta perlengkapan yang diperlukan agar seluruh
rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.
LPJ masing-masing bidang (Erwan/IGI Gresik)
Sementara itu, pelaksanaan Musda luring diawali dengan penyampaian laporan
pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026. Masing-masing koordinator
bidang memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan selama lima tahun
terakhir, capaian yang berhasil diraih, serta berbagai tantangan dan kendala
yang dihadapi selama menjalankan roda organisasi. Penyampaian laporan tersebut
menjadi bentuk akuntabilitas pengurus kepada seluruh anggota sekaligus bahan
evaluasi dalam menyusun program kerja pada periode berikutnya.
Setelah laporan pertanggungjawaban diterima forum, sidang dilanjutkan
dengan pembahasan tata tertib pemilihan Ketua Daerah IGI Kabupaten Gresik.
Proses penjaringan menghasilkan tiga nama calon yang memperoleh dukungan dari
peserta Musda. Namun, dalam dinamika persidangan, Bapak Ahmad Hanif, selaku
ketua petahana (incumbent), dan Bapak Didin Rosyadi, yang pernah menjabat
sebagai Wakil Ketua Daerah, menyatakan mengundurkan diri dari proses pencalonan
dengan alasan masing-masing yang disampaikan dalam forum.

Penyerahan berkas laporan dari pengurus lama (Erwan/IGI Gresik)
Dengan pengunduran diri kedua calon tersebut, forum Musyawarah Daerah
kemudian memberikan dukungan kepada Abdullah Halim untuk memimpin Pengurus
Daerah IGI Kabupaten Gresik pada periode selanjutnya. Keputusan tersebut lahir
melalui mekanisme persidangan yang berlangsung secara terbuka dan disepakati
oleh peserta sebagai langkah untuk menjaga keberlangsungan organisasi serta
memastikan roda kepemimpinan IGI Kabupaten Gresik tetap berjalan.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Abdullah Halim menyampaikan
apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta Musda. Ia
menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang hanya
dapat dijalankan melalui kolaborasi, partisipasi aktif anggota, dan semangat
kebersamaan dalam membangun organisasi yang profesional serta bermanfaat bagi
guru di Kabupaten Gresik.
Kandidat calon ketua baru (Erwan/IGI Gresik)
Musyawarah Daerah tersebut juga dihadiri oleh Ketua IGI Wilayah Jawa
Timur, Bapak Sukari, S.Pd., yang memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga
soliditas organisasi, memperkuat budaya kolaborasi, dan meningkatkan peran IGI
dalam mendukung transformasi pendidikan. Dalam wejangannya, beliau mengajak
seluruh pengurus baru untuk menjadikan organisasi sebagai ruang belajar
bersama, berbagi praktik baik, dan mengembangkan kompetensi guru secara
berkelanjutan.
Melalui Musyawarah Daerah Tahun 2026 ini, IGI Kabupaten Gresik
diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat baru.
Kepengurusan periode mendatang diharapkan dapat memperkuat profesionalisme
guru, meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program pengembangan
kompetensi, memperluas pelayanan kepada anggota, serta memperkokoh organisasi
sebagai mitra strategis dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Gresik. (Abdullah Halim)
0 Comments