Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Purna Tugas, Amini dan Raboen Dilepass dengan Outbound

 

Suasana pisah kenang. (Dok.Pribadi/IGIGresik)

Tepat pukul tujuh pagi bus dengan nomor polisi 2779 bergegas  melaju ke arah selatan Kota Gresik, tepatnya menuju area wisata dan outbound Makoya.  Pemberangkatan dikawal oleh rangkaian doa. Kegiatan yang digagas oleh IGTKI dan K3TK Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik dalam bentuk Outbound dan Pisah Kenang  untuk melepas masa purna tugas Pengawas TK-SD Dinas Pendidikan  Kecamatan Gresik, Amini Ari Purwati dan Raboen Parwoto. 

Acara yang diikuti oleh 25 Kepala TK di Kecamatan Gresik ini berlangsung meriah dan penuh semarak dalam kegiatan fungame dan outbound untuk mempererat kebersamaan antar-Kepala TK dan segenap kru UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, sekaligus untuk mengukir kenangan indah di akhir masa jabatan yang telah mengabdi untuk kemajuan pendidikan bangsa khususnya warga Kota Gresik selama 35 tahun ini.

Sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah disepakati, tepat pukul 12 siang selepas acara ramah tamah dan ishoma, saatnya acara seremonial berlangsung dalam panduan Kristanti, Ketua IGTKI Kecamatan Gresik. Amini Ari Purwati memberikan sambutan bahwa kita harus menghadapi setiap keadaan dengan syukur termasuk dalam menghadapi  masa purna tugas ini, justru  kita akan bisa meningkatkan ibadah, khususnya dalam salat. Amini Ari Purwati dalam pengabdiannya  selama 35 tahun, tepatnnya 15 tahun sebagai guru, 12 tahun sebagai kepala sekolah, dan 13 tahun sebagai Pengawas TK-SD di Kecamatan Gresik, merasa tidak banyak yang telah diberikan, sebenarnya masih ingin berbuat yang lebih banyak lagi, tetapi aturan mengharuskan untuk purna dari tugas. 

Support untuk semuanya, khususnya untuk TK Al-Ibrah sebagai sekolah penggerak, selanjutnya sambutan diakhiri dengan permintaan maaf oleh Amini Ari Purwati. 

Sambutan kedua disampaikan Raboen Purwoto, Pengawas TK-SD di Kecamatan Gresik. Sekilas ia menyampaikan justru dalam masa purna tugas yang telah dilalui beberapa waktu silam ini, ia merasa kekurangan waktu untuk menyelesaikan banyak hal di luar tugas.

Di penghujung acara, Nanang Sedyo Suwito menyampaikan  bahwa purna tugas adalah masa yang akan dilalui oleh setiap orang, tiada yang patut diberikan selain doa dengan tetap menjaga tali silaturrahim. Dalam guraunnya, ia menyampaikan ide untuk membuat wadah penggerak bagi para purna tugas agar bisa selalu aktif kembali. (Zaimatul Ummah)


Post a Comment

0 Comments